Ø Mengamati masyaraka tempat tinggal apakah ada masyrakat yang tergolong santri, priayi, abangan dan kebudayaan indis,,,
Ø Abangan, Santri, Priyai dan kebudayaan indis.
Menurut cllifford geerts memabagi masyarakat mojokutho menjdi tiga lapisan masyarakat yaitu masyrakat Santri, Priyai dan abangan. Maasayarakt santri yaitu mereka yang terdiri dari kelas pedagang dan banyak petani muncul dari utara Jawa dan mereka yang kaum yang melaksanakan perintah agama, dalam hal ini Islam, dalam kehidupan sehari-harinya, seperti sholat 5 waktu, mengaji, sedekah, dan lainnya.
Sedangkan kaum abangan adalah mereka yang menganggap bahwa mereka pusat tradisi yang menjadi perlambang kesatuan mistis dan sosial di mana mereka berkumpul dalam satu meja menghadirkan semua yang hadir dan ruh yang gaib untuk untuk memenuhi setiap hajat orang atas suatu kejadian yan ingin diperingati, ditebus, atau dikuduskan. Misalnya kelahiran, kematian, pindah rumah, mimpi buruk, ganti nama, sakit, dll. Struktur upacaranya terdiri dari hidangan khas, dupa, pembacaan doa Islam, dan pidato tuan rumah yang disampaikan dalam bahasa Jawa tinggi yang resmi.
Golongan Priayi adalPriyayi mewakili aristokrasi Jawa. Kebanyakan mereka berdiam di kota yang disebabkan ketidakstabilan politik dalam kerajaan masa pra-kolonial, karena filsafat mereka yang melihat ke dalam yang lebih menghargai prestasi mistik daripada keterampilan politik, upaya Belanda merangkul petani. Mereka adalah birokrat, klerk/juru tulis, guru bangsawan yang makan gaji. Priyayi asalnya adalah keturunan raja-raja besar Jawa yang tersisa merupakan hasil dari kehidupan kota selama hampir 16 abad., namun berkembang oleh campur tangan Belanda kepada kelompok instrumen administrasi pemerintahan.