Tampilkan postingan dengan label Semester 5 (Lima). Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Semester 5 (Lima). Tampilkan semua postingan

Jumat, 02 Desember 2011

DAMPAK TRANSMIGRASI DI IRIAN JAYA: SUATU TELAAH SOSIO-EKOLOGIS

            Program transmigrasi di indonesia khusuusnya di irian jaya sebenarnya tidak dikehendaki oleh beberapa organisasi AS, karena program transmigrasi di irian jaya dapat berdampak pada kerusakan lingkungan. Hal tersebut ditunjukan dengan adanya kampanye yang dilakukan oleh organisasi-organisasi AS agar bank dunia dan pemerintah AS tidak memberikan pinjaman untuk program transmigrasi,
Dalam kampanyenya Bruce M. Rich, mengemukakn bahwa pulau jawa memenag berpenduduka paddat karena tanah vulkanisnya subur sekali. Sedangkan pulau-pulau di luar ditandai dengan tanah yang tidak subur, yang biasanya terdapat dikawasan hutan tropika humida. Sehingga penempatan penduduk secara besr-besara dapat dibarengi dengan datangnya erosi dan banjir.

Kamis, 01 Desember 2011

Sosiologi Pendidikan



Definisi Sosiologi Pendidikan

Menurut H. P. Fairchild dalam bukunya “ Dictionary of sosiology” dikatakan bahwa: sosiologi pendidikan adalah sosiologi yang diterapkan untuk memecahkan masalah-masalah pendidikanyang fundamental.
Sosiologi pendidikan adalah ilmu pengetahuan yang menyelidiki daerah yang saling dilingkupi antara sosiologi dengan ilmu pengetahuan.
Menurut F. G. Robbins, sosiologi pendidikan adalah sosiologi khusus yang tugasnya menyelidiki struktur dan dinamika proses pemdidikan yang termasuk dalam penyelidikan struktur ini adalah teori dan filsafat pendidikan, sisitem kebudayaan, struktur kepribadian dan hubungan kesemuanyaitu dengan proses pendidikan.
Sosiologi pendidikan jika ditinjau dari segi etimologis, terdiri atas dua perkataan yaitu sosiologi dan pendidikan.  maka sepintas saja telah jelas bahwa di dalam sosiologi pendidikan adalah itu yang menjadi masalah sentralnya adalah aspek-aspek sosiologi di dalam pendidikan.

HASIL LAPORAN PENJUALAN KAOS BERLOGO UNNES FAKULTAS ILMU SOSIAL

A.      Latar Belakang Usaha
Nama saya Tia Sajida, di sini saya akan menyampaikan Laporan tentang usaha menawarkan kaos yang berlogokan Unnes yang kelompok kami lakukan. Kegiatan ini bertujuan  untuk melatih  jiwa kewirausahaan, berusaha mandiri dengan mengelola usaha sendiri, melatih mental para mahasiswa agar  selalu ercaya diri dalam mempromosikan segala sesuatu yang ia punya kepada orang lain  serta untuk memenuhi tugas kuliah praktek Kewirausahaan yang diberikan oleh dosen pengajar khususnya tugas pengganti Ulangan Tengah Semester mata kuliah kewiarausahaan.
Dengan konsep yang sederhana akan tetapi dengan keunikan tersendiri Kaos ini nantinya akan menjadi  buah tangan yang layak dibawa  oleh para tamu ataupun pengunjung  yang datang ke lingkungan Fakultas Ilmu Sosial. Kaos ini sendiri merupakan hasil desain dari pihak  Fakultas, dan di sini kami bertugas  untuk memasarkan  kaos tersebut kepada mahasiswa, dosen, para tamu yang berkunjung ke Fakultas ilmu sosial dan pegawai Unnes sendiri yang khususnya berada di lingkungan  Fakultas Ilmu Sosial.

Perubahan Sistem Status Mastarakat Jawa

Feodal, Kolonial, Kemerdekaan, Kekinian.

Dalam bukunya Wherdheim dijelaskan bahwa sistem status sosial selalu mengalami perubahan yaitu dari sistem Feodal, Kolonial, Kemerdekaan hingga Kekinian.
Diawali dengan sistem status Feodal dimana status sosial seseorang dibentuk berdasarkan keturunan, yaitu keturunan kerajaan yang memiliki ststua sosail yang tibggi, sedangkan rakyat dari golongan biasa memiliki sattus sosil yang berada pada strata yang ada di bawah.
Sisitem status soial pada masa feodal yang dianggap paling tinggi adalah keturunan kerajaan kemudian para bangsawan, priyai yang berasal dari lahir dan amtenar atau pegawai pemerintahan, kemudian status yang palig baw ah adalah wong cilik.
Sisitem sosial yang kedua adalah Kolonial pada masa penjajahan Belanda, bahawa status sosial terbentuk atau dibedakan berdasarkan Ras warna kulit. Dimana pada masa kolonial orang-orang yang berkulit putih dianggap berada diatas orang-orang yang berkulit hitam, atau dengan kata lain, orang kulit putih memiliki ststus sosial yang lebih tinggi dari orang kulit hitam. Pada masa kolonial, Pendidikan juga hanya bisa dinkmati oleh orang Belanda saja.

Agama dan solidaritas sosial

A.         judul : Peringatan Hari Raya Idul Adha Sebagai Wahana Solidaritas Sosial.
B.       konsep
            Agama menurut Emile Durkheim, ‘ the elementaryform of religion life (1912)’.  Yang berarti bahwa, agama berfungsi untuk memebentuk masyarakat, kohesi sosial atau solidariatas sosial, bukan sebaliknya.
            Secara etimologi arti solidaritas adalah kesetiakawanan atau kekompakkan. Dalam bahasa Arab berarti tadhamun atau takaful. Islam adalah agama yang mempunyai unsur syariah, akidah, muamalah dan akhlak. Kejayaan Islam juga sudah terbukti membentang dalam peradaban manusia. Nilai-nilai Islam yang terpancar dan dirasakan oleh umat manusia, adalah suatu hal yang tidak bisa diukur dengan harta benda, karena dia berasal dari Yang Maha Kuasa. Solidaritas salah satu bagian dari nilai Islam yang humanistik-transendental.
C.      Deskripsi Idul Adha
Idul Adha atau hari raya haji yang jatuh pada tanggal 10 dzulhijah adalah sebuah hari raya Islam. Pada hari ini diperingati peristiwa kurban, yaitu ketika nabi Ibrahim (Abraham), yang bersedia untuk mengorbankan putranya Ismail untuk Allah, akan mengorbankan putranya Ismail, kemudian digantikan oleh-Nya dengan domba.
 Pada bulan Dzulhijah umat Islam diseluruh dunia berkesempatan untuk menunaikan rukun Islam yang terakhir yakni Ibadah Haji yang dipandang sebagai rukun pamungkas, penyempurna rukun Islam. Dalam ibadah ini umat Islam dari seluruh dunia berkumpul di kota Makkah untuk melaksanakan proses-proses ritual ibadah haji yang diawali dengan wukuf di Arafah hingga Thawaf Wada’ atau Thawaf perpisahan yang dilaksanakan pada saat meninggalkan kota Makkah.


Pengamatan Pada Masyarakat Tempat Tinggal

Ø Mengamati masyaraka tempat tinggal apakah ada  masyrakat yang tergolong santri, priayi, abangan dan kebudayaan indis,,,

Ø  Abangan, Santri, Priyai dan kebudayaan indis.

Menurut cllifford geerts memabagi masyarakat mojokutho menjdi tiga lapisan masyarakat yaitu masyrakat Santri, Priyai dan abangan. Maasayarakt santri yaitu mereka yang terdiri dari kelas pedagang dan banyak petani muncul dari utara Jawa dan mereka yang  kaum yang melaksanakan perintah agama, dalam hal ini Islam, dalam kehidupan sehari-harinya, seperti sholat 5 waktu, mengaji, sedekah, dan lainnya.
Sedangkan kaum abangan adalah mereka yang menganggap bahwa mereka pusat tradisi yang menjadi perlambang kesatuan mistis dan sosial di mana mereka berkumpul dalam satu meja menghadirkan semua yang hadir dan ruh yang gaib untuk untuk memenuhi setiap hajat orang atas suatu kejadian yan ingin diperingati, ditebus, atau dikuduskan. Misalnya kelahiran, kematian, pindah rumah, mimpi buruk, ganti nama, sakit, dll. Struktur upacaranya terdiri dari hidangan khas, dupa, pembacaan doa Islam, dan pidato tuan rumah yang disampaikan dalam bahasa Jawa tinggi yang resmi.
Golongan Priayi adalPriyayi mewakili aristokrasi Jawa. Kebanyakan mereka berdiam di kota yang disebabkan ketidakstabilan politik dalam kerajaan masa pra-kolonial, karena filsafat mereka yang melihat ke dalam yang lebih menghargai prestasi mistik daripada keterampilan politik, upaya Belanda merangkul petani. Mereka adalah birokrat, klerk/juru tulis, guru bangsawan yang makan gaji. Priyayi asalnya adalah keturunan raja-raja besar Jawa yang tersisa merupakan hasil dari kehidupan kota selama hampir 16 abad., namun berkembang oleh campur tangan Belanda kepada kelompok instrumen administrasi pemerintahan.